Practical Problem Solving in the Manufacturing Industry
Program 2 hari yang membekali Planner, Foreman, Senior Staff, dan Group Leader di industri manufaktur untuk mengidentifikasi masalah, menelusuri akar penyebab, serta merencanakan, menerapkan, dan mengevaluasi solusi, guna meningkatkan produktivitas.
Menguras pikiran Anda?
Masalah industri manufaktur yang sering menjadi isu pimpinan Staff, Foreman, Group Leader, hingga Supervisor, berdasarkan pengamatan Q.One Consulting.
Kompetensi Problem Solving
Sering terjadi permasalahan yang seharusnya selesai pada posisinya, akan tetapi kerap eskalasi ke pimpinan.
Perumusan Masalah yang Terukur
Masalah didefinisikan dengan pengumpulan data yang sederhana, sehingga sulit dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan.
Kompetensi Analisa Masalah
Keputusan yang diambil belum berdasarkan hasil analisa yang kuat, meskipun telah menggunakan metode problem solving tertentu.
Rencana Perbaikan
Lemahnya menyusun perencanaan kerja dengan PDCA yang berbasis pencapaian hasil kerja dan peningkatan perilaku kompetensi problem solving.
Monitoring dan Evaluasi
Lemahnya kompetensi menjadi seorang coach dan mentor saat implementasi improvement yang bersifat periodik.
Perbaikan Berkelanjutan
Efektivitas perbaikan belum optimal dan terkadang tidak ada tindak lanjut, sehingga masalah muncul kembali.
Masalah sudah diperbaiki, kenapa terus berulang?
Uji cepat problem solving tim Anda
Bisakah Anda menjawab "ya" untuk pertanyaan berikut?
Yang diperbaiki gejalanya, bukan akar penyebabnya
- Langsung lompat ke solusi tanpa rumusan masalah
- Target perbaikan tidak spesifik dan tidak terukur
- Gejala dianggap sebagai akar penyebab
- Rencana dan implementasi tidak terkelola
- Hasil tidak dievaluasi dan tidak ditindaklanjuti
Exclusive 2 Days In-House Training Program
Practical Problem Solving in the Manufacturing Industry
Bangun kompetensi problem solving secara praktis dan sistematis, untuk mendeteksi deviasi dan menuntaskan akar masalah, melalui 6 chapter dan 5 workshop yang langsung dipraktikkan.
Apa itu training Practical Problem Solving in the Manufacturing Industry?
Problem Solving
Proses sistematis mengidentifikasi masalah, menelusuri akar penyebabnya, lalu merencanakan, menerapkan, dan mengevaluasi solusi, agar masalah yang sama tidak terulang.
Masalah
Ketidaksesuaian antara kondisi aktual (realita) dengan standar yang ditetapkan, diukur dengan parameter tertentu.
Training ini
Workshop 2 hari berbasis Competency Based Training (CBT): 6 chapter dan 5 workshop terbimbing, dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil perbaikan.
Menuntaskan Masalah dengan 5 Tahap Problem Solving
Cuplikan materi: lima tahap yang membawa masalah dari deviasi terhadap standar hingga perbaikan yang terbukti efektif.
| Tahap problem solving | Output | Aktivitas |
|---|---|---|
| 01 · Problem Identification & Theme | Rumusan masalah SMART | Mendeteksi dan mengidentifikasi ketidaksesuaian antara kondisi aktual dan standar, dengan parameter tertentu |
| 02 · Root Cause Analysis | Akar penyebab masalah | Menelusuri penyimpangan dan akar penyebab yang menimbulkan masalah, agar tidak terulang kembali |
| 03 · Solving Planning | Rencana solusi | Menyusun rencana perbaikan dengan konsep 5W2H terhadap akar penyebab yang telah ditemukan |
| 04 · Solving Implementation | Laporan implementasi | Melaksanakan rencana perbaikan dengan mengelola sumber daya, waktu, dan koordinasi tim |
| 05 · Solving Evaluation | Laporan evaluasi | Menilai efektivitas perbaikan, memastikan masalah tidak terulang, dan menyusun rencana tindak lanjut |
Workshop di kelas: peserta membawa masalah nyata dari area kerjanya dan mengerjakannya tahap demi tahap dalam 5 workshop.
Mengapa Practical Problem Solving penting?
Problem solving yang sistematis menjawab keenam keresahan sekaligus.
Deviasi Terdeteksi Dini
Kondisi aktual dibandingkan dengan standar, sehingga masalah dikenali secara objektif sebelum membesar.
Masalah Terumus SMART
Masalah dan target pemecahannya spesifik dan terukur, sehingga prioritas perbaikan jelas.
Akar Masalah Tuntas
Sumber masalah yang mendasar ditemukan, bukan hanya gejala permukaannya.
Rencana Perbaikan Matang
Rencana tindakan realistis, terukur, dan sesuai prioritas, disusun dengan konsep 5W2H.
Implementasi Efektif
Sumber daya, waktu, dan koordinasi tim dikelola optimal hingga perbaikan tuntas dijalankan.
Perbaikan Berkelanjutan
Efektivitas dinilai, masalah dipastikan tidak terulang, dan peluang perbaikan baru teridentifikasi.
Teruji di lantai produksi
Q.One Consulting telah menyelenggarakan in-house training di lebih dari 55 perusahaan, mayoritas di kawasan industri Bekasi dan Karawang.
15+
tahun Q.One Consulting konsisten fokus pada Training & HR Consulting, sejak November 2010.
*Karawang, Jakarta & multi-kota, dan Medan. Sumber: daftar referensi in-house training Q.One.
Transformasi setelah mengikuti In-House Training Practical Problem Solving in the Manufacturing Industry
Bagi peserta
- 1Mendeteksi deviasi sejak dini dengan membandingkan kondisi aktual dan standar
- 2Merumuskan masalah dan target pemecahannya secara SMART
- 3Menelusuri akar penyebab masalah, bukan hanya gejala permukaannya
- 4Menyusun rencana perbaikan yang realistis, terukur, dan sesuai prioritas (5W2H)
- 5Melaksanakan perbaikan dengan mengelola sumber daya, waktu, dan koordinasi tim
- 6Menilai efektivitas perbaikan dan menyusun rencana tindak lanjut
Bagi perusahaan
- Masalah berulang dituntaskan sampai ke akar penyebabnya
- Produktivitas dan pencapaian target kerja lebih terjaga
- Rumusan masalah SMART dan rencana solusi 5W2H dari kasus nyata setiap peserta
- Laporan implementasi dan laporan evaluasi perbaikan yang terdokumentasi
- Budaya perbaikan berkelanjutan di level Planner, Foreman, dan Group Leader
Outline Training
2 hari, 08.30–16.00 WIB. 6 Chapter dan 5 workshop: dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil perbaikan.
Rumusan masalah yang SMART dan akar penyebab masalah yang ditemukan.
Rencana solusi (5W2H), laporan implementasi, serta laporan evaluasi dan rencana tindak lanjut.
Istirahat setiap hari pukul 10.00–10.15, 12.00–13.00, dan 15.00–15.15.
Target peserta
Ditujukan bagi Supervisor, Foreman, Group Leader, dan Staff di industri manufaktur.
Supervisor
Perencana yang mengawal rencana kerja dan perlu cepat merespons deviasi terhadap standar dan target.
Foreman & Group Leader
Pimpinan lini yang setiap hari memimpin tim dan menghadapi masalah langsung di lantai produksi.
Staff
Staf yang menjadi penggerak improvement dan penghubung koordinasi antarfungsi.
output kerja dari kasus nyata
Rumusan masalah SMART, akar penyebab, rencana solusi, laporan implementasi, dan laporan evaluasi.
Target peserta adalah saran level jabatan. Peserta dengan level jabatan berbeda tetap dimungkinkan, mengingat judul jabatan di setiap perusahaan berbeda.
Metode training
Competency Based Training (CBT) dengan prinsip pembelajaran orang dewasa, coaching approach, dan active learning.
Learn
Konsep dan metode setiap chapter, didukung studi kasus manufaktur yang relevan.
Discuss
Diskusi kelompok atas masalah nyata dari area kerja dan berbagi pengalaman peserta.
Practice
Lima workshop terbimbing, dari rumusan masalah SMART hingga laporan evaluasi.
Apply
Hasil workshop menjadi rencana perbaikan dan tindak lanjut di area kerja masing-masing.
Yang peserta jalani selama 2 hari:
Mengapa memilih Q.One Consulting?
Mitra training dan konsultasi MSDM yang konsisten membangun sistem SDM perusahaan sejak 2010.
Materi detail dan praktis
Materi dibahas secara detail dan didukung simulasi praktik, sehingga proses belajar lebih menarik dan nyaman bagi peserta.
Tersusun sistematis
Materi disusun secara sistematis oleh tim trainer Q.One Consulting, sehingga mudah dipahami dan diterapkan peserta.
Berpengalaman sejak 2010
Q.One Consulting berdiri sejak November 2010 dan konsisten fokus pada layanan Training dan HR Consulting.
Trainer praktisi industri
Trainer kami adalah praktisi HR dan industri yang berpengalaman di bidang problem solving dan continuous improvement.
Dipercaya lebih dari 55 perusahaan
Q.One Consulting telah dipercaya menyelenggarakan in-house training di lebih dari 55 perusahaan di Indonesia.
Fasilitas untuk peserta
Setiap peserta in-house training mendapatkan:

Sertifikat pelatihan
Sertifikat dari Q.One Consulting untuk setiap peserta.
Contoh tampilan; data peserta disamarkan.Handout materi
Dalam bentuk softfile dan hardfile.
Polo shirt eksklusif
Berlogo Q.One Consulting, untuk setiap peserta.
Goodie bag
Tas eksklusif Q.One Consulting.
Laporan training
Laporan pelaksanaan training untuk perusahaan.
Profil trainer
Dr. Sugiyono Tarmudi, ST., MM
Dr. Sugiyono Tarmudi adalah trainer dan konsultan profesional di bidang Human Resources Development, manufaktur, pendidikan, engineering, quality control, quality assurance, procurement & purchasing, production planning & inventory control (PPIC), serta maintenance management.
Beliau menapaki karier manufaktur di bidang produksi, quality, dan plant management, antara lain sebagai Plant Manager (MT-Prod-QC/QA) di PT WSMU dan Production Manager di PT NSPI, dengan keahlian Productivity & Quality Management serta Lean Manufacturing.
Selama 20+ tahun sebagai trainer, beliau telah membawakan 200+ tema training, termasuk Practical Problem Solving & Decision Making, kepada 500.000+ peserta dari 500+ perusahaan.
Dr. Didin S. Winata, S.T., M.T., M.M.
Dr. Didin S. Winata adalah corporate trainer, motivational speaker, dosen, dan praktisi pengembangan human capital. Keahliannya meliputi leadership development, komunikasi efektif, transformasi mindset, kecerdasan emosional, positive self-talk, Neuro-Linguistic Programming (NLP), Emotional Quality Management (EQM), dan personal empowerment.
Berpengalaman di bidang corporate learning and development sejak 2015, beliau telah memfasilitasi training, seminar, dan executive workshop bagi para profesional dari beragam industri. Pendekatannya memadukan pengalaman bisnis praktis dengan metodologi berbasis psikologi untuk memperkuat kepemimpinan, ketahanan emosional, komunikasi, dan kinerja di tempat kerja.
Beliau menempuh pendidikan Teknologi Industri Tekstil, Teknik Industri, Manajemen, hingga Doktor Manajemen SDM, dan mengajar di universitas swasta terkemuka di Bekasi. Keahliannya diperluas melalui pengembangan profesional di Jepang dan Kanada, dengan gaya fasilitasi yang menarik, praktis, dan transformatif.
Dr. Slamet Ardyanto, ST., SE., MM.
Dr. Slamet Ardyanto adalah trainer, praktisi, dan konsultan Manajemen Sumber Daya Manusia yang berfokus pada pengembangan organisasi dan pengembangan SDM. Practical Problem Solving dan Strategic Thinking for Problem Solving termasuk topik pelatihan yang beliau bawakan, di samping program kepemimpinan dari level shopfloor hingga manager.
Pengalaman 13 tahun di perusahaan PMA Jepang ternama di Indonesia, seperti Sanyo Compressor Indonesia, Yamaha Motor Group, dan Unicharm Indonesia, membentuk pemahaman mendalam tentang praktik MSDM di lingkungan industri berkinerja tinggi.
Beliau adalah pendiri Q.One Consulting (sejak November 2010), Direktur LSP MSDM Prima Indonesia, dan penulis buku "High Impact Leadership" (2016), serta memegang sertifikasi National Certified Trainer (BNSP), Certified Professional Coach (CPC), dan Certified Behavior Analyst (CBA).
Siap menuntaskan masalah sampai ke akarnya?
Isi form permintaan penawaran untuk menjadwalkan In-House Training Practical Problem Solving in the Manufacturing Industry di perusahaan Anda.
Q.One Consulting · Training & HR Consulting sejak 2010 · 55+ perusahaan klien