Exclusive In-House Training Program

Job Analysis with Cascading Method in the Manufacturing Industry

Program 2 hari yang membekali tim HR dan pimpinan departemen untuk menyusun job description secara berjenjang yang fit dan sesuai dengan tantangan organisasi Anda.

Dipandu oleh Dr. Slamet Ardyanto, ST., SE., MM.
2 HariWorkshop intensif di perusahaan Anda
9 StepsJob analysis with cascading method
9 SesiSimulasi, satu di setiap langkah tahapan Job Analysis.
55+Perusahaan telah mengikuti in-house training bersama Q.One Consulting
Apakah situasi ini

Menguras pikiran Anda?

Job description hanya disusun berdasarkan kebutuhan Audit ISO, sehingga tidak dapat dijadikan dasar melakukan Organization Development and People Development, seperti:

Aspek KPI

Kesulitan menurunkan KPI dari target perusahaan kepada seluruh judul jabatan, akibat tanggung jawab utama jabatan belum terdefinisikan secara cascading.

Aspek Analisa Beban Kerja

Job description belum dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan analisa beban kerja, karena uraian pekerjaan belum terdefinisikan secara cascading dari tanggung jawab utama.

Aspek Kompetensi Jabatan

Job description belum dapat digunakan sebagai acuan untuk menyusun standar kompetensi jabatan atau belum sesuai dengan tantangan jabatan.

Aspek Job Evaluation

Kesulitan menghitung nilai jabatan saat proses job evaluasi, karena job spesifikasi setiap level jabatan belum terdefinisikan secara cascading.

Aspek Produktivitas

Manpower planning belum ditetapkan dengan menggunakan metode kuantitatif, karena kesulitan membandingkan uraian pekerjaan pada job description akibat belum cascading.

Aspek Pembelajaran & Pengembangan

Learning and Development Analysis (LDA) belum maksimal, karena penentuan GAP kompetensi belum berdasarkan pada hasil evaluasi kompetensi dengan standar yang tepat.

Analisa Penyebab

Sudah punya job description, kenapa masih bermasalah?

"Pak, kami sudah punya job description lengkap, tapi kenapa masih sulit menyusun KPI dan standar kompetensi?"

Overview job description Anda

Bisakah job description Anda menjawab pertanyaan berikut? Klik yang sudah terpenuhi.

Ada yang "belum"? Masalahnya ada pada metode.
0/6 terpenuhi
JAWABANNYA

Job description disusun dengan Simple Method

  • Disusun instan lewat formulir atau wawancara singkat
  • Tujuannya sekadar lolos audit ISO atau regulasi
  • Langsung menulis tugas harian tanpa menetapkan KRA
  • Dikerjakan HRD sendiri lewat kuesioner sepihak
  • Usai audit, tersimpan di arsip dan jarang dievaluasi
Akibatnya, job description terputus dari target bisnis dan sulit diturunkan menjadi KPI, standar kompetensi, maupun hitungan beban kerja.
Q.One Consulting hadir memberikan solusi
Exclusive 2 Days In-House Training Program

Job Analysis with Cascading Method in the Manufacturing Industry

Job Analysis yang dikembangkan secara sistematis melalui proses cascading dari tujuan perusahaan, proses bisnis, fungsi departemen, hingga Tanggung Jawab Utama dan uraian pekerjaan pada setiap level jabatan.

Telah diuji melalui workshop di
Asosiasi HRD GA Karawang Forum Komunikasi HR EJIP Bekasi Forum HR FKKSM MM2100 Bekasi Forum HRD Purwakarta
Dipandu oleh Dr. Slamet Ardyanto, ST., SE., MM.
Cascading Key Responsibility Area
Arah Perusahaan Visi · Misi · Corporate Value · Rencana Bisnis
Strategic Manager / Department Head
Tactical Supervisor / Section Head
Operational Line Leader · Staf · Operator
2 HariWorkshop intensif in-house
9 StepsCascading + simulasi
Tentang Program

Apa itu training Job Analysis with Cascading Method?

Job Analysis

Proses sistematis untuk memahami setiap jabatan: tujuan, area tanggung jawab utama, aktivitas, wewenang, hubungan kerja, persyaratan, dan output yang diharapkan.

Cascading Method

Job analysis yang dikaitkan langsung dengan visi, misi, corporate value, dan rencana bisnis. KRA diturunkan berjenjang dari level strategis, taktis, hingga operasional.

Training ini

Workshop praktik 2 hari untuk menguasai 9 langkah cascading pada jabatan aktual perusahaan, hingga menghasilkan draft job description yang siap divalidasi.

Contoh Cascading · Departemen Produksi
Visi · Misi · Corporate Value · Rencana Bisnis
KRA Departemen Produksi
Prod-01Production Preparation
Prod-02Production Process
Prod-03Manpower Planning & Development
Prod-04HSE & 5S Implementation
Prod-05Cost Reduction & Efficiency
Strategic Production Manager
Tactical Production Supervisor
Operational Foreman / Line Leader · Operator
Tentang Program

Simple Method vs Cascading Method

Dimensi Simple Method Cascading Method
Tujuan utama Sekadar memenuhi formalitas sertifikasi mutu atau audit ISO. Mengacu pada HRM Strategy: visi, misi, corporate value, tantangan, dan rencana bisnis.
Proses penurunan Tanpa cascading; langsung menulis daftar uraian tugas harian. Terstruktur berjenjang: Strategic → Tactical → Operational.
Kejelasan KRA KRA tidak didefinisikan secara tegas. KRA terdefinisi jelas untuk setiap Job Title.
Desain KPI Sulit menyusun KPI individu karena batas tanggung jawab setiap level jabatan bias. Mudah, karena KRA dan tanggung jawab utama terdefinisi presisi.
Standar kompetensi Sulit; jika dipaksakan, tidak sesuai tantangan organisasi. Mudah, karena dirujuk dari tanggung jawab utama hasil cascading.
Pelaksana Tim HRD dan pimpinan, umumnya dengan kuesioner dan wawancara. HRD bersama tim lintas departemen, didampingi ahli MSDM (Konsultan).

Simple Method: model job analysis yang umumnya digunakan oleh praktisi HRD dan pimpinan department.

Cascading Method: model job analysis yang dikembangkan oleh Dr. Slamet Ardyanto dan telah diterbitkan dalam bentuk buku yang berjudul "Job Analysis with Cascading Method in the Manufacturing Industry".

Tahapan ODPD

Tahapan Organization and People Development (ODPD)

Berawal dari Company Objective, Job Analysis menjadi Step 01 sekaligus fondasi bagi seluruh tahapan berikutnya.

Organization Development (OD) · Step 01–03
Step 01 Training ini

Organization Development Overview

  • Job Analysis
  • Workload Analysis
  • Job Evaluation
  • Dictionary Competency & Matrix System
  • Competency Evaluation
Manfaat Jabatan, beban kerja, nilai jabatan, dan standar kompetensi tertata jelas.
Step 02

Establish Key Performance Indicator

  • Cascading
  • Weighting Technique
  • Scoring Technique
Manfaat Target perusahaan turun berjenjang menjadi KPI terukur di setiap jabatan.
Step 03

Performance Appraisal

  • Work Performance (KPI Result)
  • Competency Performance (Assessment Result)
Manfaat Kinerja dinilai objektif dari hasil kerja (KPI) dan kompetensi.
People Development (PD) · Step 04–06
Step 04

Learning & Development Analysis

  • Based on Competency
  • Based on Performance
  • Job Requirement
Manfaat Kebutuhan training ditentukan dari gap kompetensi dan kinerja nyata.
Step 05

Individual Development Program

  • Coaching
  • Training
  • Counseling
  • Mentoring
Manfaat Pengembangan tepat sasaran sesuai kebutuhan tiap karyawan.
Step 06

Performance Result

  • Individual Performance Result (Work & Competency Performance)
Manfaat Kinerja individu meningkat dan berkontribusi pada target perusahaan.

Fenomena di industri manufaktur: organisasi sering langsung menjalankan Step 04–05 (training dan pengembangan individu), padahal Step 01 (analisis jabatan, analisa beban kerja, evaluasi jabatan, dan standar kompetensi jabatan) belum tuntas dengan metodologi yang tepat. (Ardyanto, 2026)

9 Steps Job Analysis

9 Steps Job Analysis with Cascading Method

Setiap langkah diturunkan dari langkah sebelumnya, sehingga isi job description saling terhubung dari Manager hingga Operator.

Inti Cascading · Step 1–4
1
Key Responsibility Area (KRA) Area fungsi utama berkode: Prod-01 › Prod-01-1 › Prod-01-1-1
2
Tujuan Jabatan (Job Purpose) Kata Kerja Aktif + Sasaran + Output
3
Tanggung Jawab Utama (Key Responsibilities) Kata Kerja Aktif + Sasaran + Parameter / Sikap Kerja
4
Uraian Tugas (Job Description) Tugas harian, berkala, dan insidentil dengan siklus PDCA
Melengkapi Job Description · Step 5–9
5
Wewenang Jabatan (Authority) Hak dan batas keputusan pada setiap KRA
6
Komunikasi Internal & Eksternal Pihak yang berinteraksi dengan jabatan beserta aktivitasnya
7
Laporan Kerja (Work Report) Jenis dan frekuensi laporan: harian hingga tahunan
8
Identifikasi Jabatan (Job Identification) Nama, kode, atasan, dan bawahan langsung
9
Persyaratan Jabatan (Job Requirement) Pendidikan, pengalaman, sertifikasi, dan training wajib

Hasil akhir: draft job description setiap jabatan, dari Production Manager hingga Operator, yang saling terhubung dan siap divalidasi.

9 Steps Job Analysis · Step 1–3

Step 1–3: Membangun inti cascading

KRA, tujuan jabatan, dan tanggung jawab utama diturunkan berjenjang dari level strategis hingga operasional.

Step 01

Key Responsibility Area

KRA

Menetapkan area fungsi kerja utama setiap jabatan dari proses bisnis, dimulai dari Department Head.

Manfaat
  • Setiap jabatan terhubung langsung dengan sasaran strategis dan proses bisnis.
  • Tidak ada fungsi ganda antar departemen (mis. Production Planning tetap di PPIC).
  • Kode KRA menjadi jangkar penurunan tanggung jawab hingga level operator.
Step 02

Tujuan Jabatan

Job Purpose

Merumuskan alasan keberadaan jabatan dan kontribusinya bagi target jabatan di atasnya.

Manfaat
  • Level tanggung jawab Manager hingga Operator terlihat dari kata kerjanya.
  • Acuan paling krusial dalam merumuskan KPI pemegang jabatan.
  • Landasan utama standar kompetensi, khususnya kompetensi manajerial.
Step 03

Tanggung Jawab Utama

Key Responsibilities

Menerjemahkan KRA dan Job Purpose menjadi tugas inti yang berorientasi hasil.

Manfaat
  • Sekitar 70% indikator KPI individu bersumber dari tanggung jawab utama.
  • Dasar standar kompetensi karena mencerminkan tantangan nyata jabatan.
  • Penilaian kinerja lebih objektif dan kontribusi tiap jabatan jelas.
9 Steps Job Analysis · Step 4–6

Step 4–6: Merinci pekerjaan dan hubungan kerja

Uraian tugas, wewenang, dan komunikasi kerja diturunkan dari tanggung jawab utama setiap jabatan.

Step 04

Uraian Tugas

Job Description

Merinci aktivitas untuk menuntaskan setiap tanggung jawab utama dengan siklus PDCA.

Manfaat
  • Dasar mutlak Analisa Beban Kerja: frekuensi dan waktu tiap tugas terukur.
  • Acuan standar kompetensi teknis (minimal 4 butir per tanggung jawab).
  • Distribusi tugas antar jabatan lebih efisien dan adil.
Step 05

Wewenang Jabatan

Authority

Menetapkan hak dan batas keputusan untuk setiap KRA, selaras dari level strategis hingga operasional.

Manfaat
  • Setiap tanggung jawab diimbangi wewenang yang memadai.
  • Batas keputusan jelas dan tidak tumpang tindih dengan unit kerja lain.
  • Dasar standar kompetensi manajerial sesuai bobot dan risiko keputusan.
Step 06

Komunikasi Internal & Eksternal

Communication with Internal and External

Memetakan departemen, jabatan, dan instansi luar yang berinteraksi dengan jabatan.

Manfaat
  • Alur koordinasi dengan departemen lain dan pihak eksternal menjadi jelas.
  • Mendukung penyelesaian tanggung jawab utama yang melibatkan lintas fungsi.
  • Acuan standar kompetensi komunikasi, koordinasi, dan hubungan kerja.
9 Steps Job Analysis · Step 7–9

Step 7–9: Melengkapi dokumen job description

Laporan, identitas, dan persyaratan jabatan membuat job description siap dipakai seluruh sistem SDM.

Step 07

Laporan Kerja

Work Report

Menetapkan jenis dan frekuensi laporan wajib berdasarkan uraian tugas jabatan.

Manfaat
  • Setiap tanggung jawab dapat dipantau, dievaluasi, dan terdokumentasi.
  • Dasar penyusunan KPI dan cascading sasaran kinerja secara berjenjang.
  • Kontribusi jabatan terhadap target unit dan perusahaan mudah dinilai.
Step 08

Identifikasi Jabatan

Job Identification

Menetapkan identitas unik jabatan: nama, kode, divisi, departemen, serta atasan dan bawahan langsung.

Manfaat
  • Setiap posisi dikenali secara unik dalam sistem SDM perusahaan.
  • Cukup dengan kode jabatan, tim rekrutmen paham posisi yang dicari.
  • Garis atasan dan bawahan langsung jelas sesuai struktur organisasi.
Step 09

Persyaratan Jabatan

Job Requirement

Menetapkan kualifikasi minimal sesuai tantangan jabatan, dirumuskan dalam bentuk KSAO.

Manfaat
  • Acuan objektif rekrutmen dan seleksi kandidat sesuai tantangan jabatan.
  • Dasar job evaluation untuk Struktur dan Skala Upah (Permenaker No. 1/2017).
  • Training wajib per jabatan menjadi acuan program pembelajaran & pengembangan.
Mengapa Penting

Mengapa Job Analysis with Cascading Method penting?

Job description hasil cascading menjadi satu fondasi yang menjawab keenam keresahan sekaligus.

KPI

Sekitar 70% indikator KPI individu bersumber dari tanggung jawab utama jabatan.

Analisa Beban Kerja

Rincian tugas menjadi dasar menghitung waktu baku, beban kerja, dan kebutuhan manpower.

Kompetensi Jabatan

Tanggung jawab dan tantangan jabatan menjadi dasar kamus dan matriks kompetensi.

Job Description hasil Cascading

Job Evaluation

Bobot jabatan dinilai objektif sebagai dasar struktur dan skala upah yang adil.

Produktivitas

Peran jelas, tanpa tumpang tindih, dan setiap aktivitas kritis memiliki PIC.

Pembelajaran & Pengembangan

TNA, jalur karier, suksesi, dan leadership program memiliki acuan objektif.

Mengapa Penting

Bukti penelitian tentang Job Analysis

Tiga studi kasus industri manufaktur di Indonesia menunjukkan dampak langsung kualitas job description terhadap kinerja.

68%
PT X · Jawa Barat (F&B), 2023

Pencapaian target produksi turun dari 96% (Januari) ke 68% (Oktober) karena job description tidak sesuai kebutuhan riil. Setelah diperbarui, produktivitas kembali naik.

0,945
PT Y · Jawa Barat

Loading factor dimensi ketepatan waktu produksi. Analisis jabatan terbukti berpengaruh positif, kuat, dan signifikan terhadap kinerja organisasi.

30,9%
PT Z · Sulawesi

Pengaruh elemen job description terhadap kinerja pegawai saat diuji bersama-sama. Diuji satu per satu, pengaruhnya tidak signifikan.

Kesimpulannya: kejelasan job description bukan urusan administrasi, melainkan faktor yang ikut menentukan target produksi, ketepatan waktu, dan kinerja pegawai.

Sumber: studi kasus dalam buku Job Analysis with Cascading Method in the Manufacturing Industry (Bab 1.4).

Benefit Program

Transformasi setelah mengikuti In-House Training Job Analysis with Cascading Method

Bagi peserta

  1. 1Memahami posisi Job Analysis dalam Organization Development dan sistem MSDM
  2. 2Menetapkan Key Responsibility Area (KRA) untuk setiap departemen dan Job Title
  3. 3Merumuskan Job Purpose yang menjelaskan kontribusi setiap jabatan
  4. 4Membedakan tanggung jawab dan wewenang per level strategis, taktis, dan operasional
  5. 5Menyusun uraian tugas yang terukur dan aplikatif
  6. 6Melengkapi komunikasi kerja, laporan kerja, identifikasi, dan persyaratan jabatan

Bagi perusahaan

  • Job description selaras dengan visi, misi, dan rencana bisnis perusahaan
  • Batas tanggung jawab jelas: tanpa tumpang tindih, setiap aktivitas kritis ada PIC-nya
  • Fondasi siap pakai untuk KPI, analisa beban kerja, standar kompetensi, dan job evaluation
  • Draft job description dari jabatan aktual sebagai prototipe implementasi
  • Selaras dengan SKKNI MSDM No. 149 Tahun 2020, unit M.70SDM01.010.2 Menyusun Uraian Jabatan
Outline

Outline Training

9 Steps Job Analysis; setiap langkah langsung dilanjutkan dengan simulasi.

Day 1 · Hari Pertama
09.00–10.00
Organization Challenge for HRM Tantangan organisasi & kompetensi SDM
10.15–11.00
Organization Design Overview Konsep organisasi & jabatan secara praktis
11.00–12.00
Job Analysis Overview Pengertian & 9 tahapan metode cascading
13.00–14.00
1
Key Responsibility Area (KRA) Menetapkan KRA seluruh jabatan + simulasi
14.00–15.00
2
Tujuan Jabatan (Job Purpose) Merumuskan tujuan jabatan + simulasi
15.00–16.00
3
Tanggung Jawab Utama Key Responsibilities + simulasi
Day 2 · Hari Kedua
09.00–10.00
4
Uraian Tugas (Job Description) Menyusun uraian tugas + simulasi
10.15–11.00
5
Wewenang Jabatan (Authority) Menyusun wewenang jabatan + simulasi
11.00–12.00
6
Komunikasi Internal & Eksternal Menetapkan hubungan kerja + simulasi
13.00–14.00
7
Laporan Kerja (Work Report) Menyusun jenis laporan kerja + simulasi
14.00–15.00
8
Identifikasi Jabatan Job Identification + simulasi
15.00–16.00
9
Persyaratan Jabatan Job Requirement + simulasi

Istirahat 10.00–10.15 dan 12.00–13.00. Durasi pelaksanaan dapat disesuaikan berdasarkan kesepakatan dengan klien.

Target Peserta

Target peserta

Dirancang untuk tim yang menyusun, memvalidasi, dan menggunakan job description di perusahaan.

HR Manager & HR Business Partner

Pengelola sistem MSDM dan tim OD yang memimpin penyusunan serta pembaruan job description.

Department Head / Manager

Pimpinan departemen (Produksi, QC, PPIC, Maintenance, dll.) yang paling memahami alur kerja unitnya.

Section Head / Supervisor

Penyusun dan validator uraian jabatan level taktis dan operasional di timnya.

Tim Job Analysis lintas departemen

Komite yang ditunjuk perusahaan untuk menjalankan proyek job analysis hingga finalisasi.

Tips

Ikutkan satu tim lintas departemen

Hasil simulasi selama workshop langsung menjadi draft job description perusahaan Anda, bukan sekadar latihan.

Menyusun Uraian Jabatan (M.70SDM01.010.2) juga unit kompetensi wajib dalam skema sertifikasi BNSP untuk level staf, supervisor, hingga manajer.
Metode Training

Metode training

Menggabungkan prinsip pembelajaran orang dewasa (adult learning), pendekatan coaching, dan active learning.

01

Learn

Penjelasan konsep, prinsip, dan metode secara fokus, disertai contoh industri manufaktur.

02

Practice

Simulasi di setiap langkah menggunakan jabatan aktual dan kasus nyata perusahaan.

03

Discuss

Bertukar pengalaman dan tantangan antarpeserta untuk memperkaya sudut pandang.

04

Apply

Menerjemahkan hasil belajar menjadi draft job description yang siap diterapkan.

Ingin hasilnya langsung terimplementasi? Lanjutkan dengan program pendampingan (opsional):

1
Penetapan Tim Komite dari Dept. Head dan Section Head
2
Training Job Analysis Workshop 9 langkah cascading
3
Mentoring per Departemen 1 hari pendampingan per departemen
4
Finalisasi Diselaraskan dengan SKKNI MSDM
Tentang Q.One Consulting

Mengapa memilih Q.One Consulting?

Mitra training dan konsultasi MSDM yang konsisten membangun sistem SDM perusahaan sejak 2010.

Sejak 2010 fokus pada layanan Training dan HR Consulting
Lebih dari 55+ perusahaan telah menggelar in-house training bersama Q.One
1

Materi detail dan praktis

Materi dibahas secara detail dan didukung simulasi praktik, sehingga proses belajar lebih menarik dan nyaman bagi peserta.

2

Tersusun sistematis

Materi disusun secara sistematis oleh tim trainer Q.One Consulting, sehingga mudah dipahami dan diterapkan peserta.

3

Berpengalaman sejak 2010

Q.One Consulting berdiri sejak November 2010 dan konsisten fokus pada layanan Training dan HR Consulting.

4

Trainer praktisi dan akademisi

Trainer kami adalah praktisi HR dan/atau akademisi yang ahli di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).

5

Dipercaya lebih dari 55 perusahaan

Q.One Consulting telah dipercaya menyelenggarakan in-house training di lebih dari 55 perusahaan di Indonesia.

Fasilitas Peserta

Fasilitas untuk peserta

Setiap peserta in-house training mendapatkan:

Eksklusif
Buku Job Analysis with Cascading Method

Buku eksklusif

Job Analysis with Cascading Method in the Manufacturing Industry, karya Dr. Slamet Ardyanto, ST., SE., MM.

Contoh e-sertifikat Q.One Consulting

E-Sertifikat

Sertifikat elektronik dari Q.One Consulting untuk setiap peserta.

Polo shirt eksklusif

Polo shirt eksklusif

Berlogo Q.One Consulting, untuk setiap peserta.

Goodie bag

Goodie bag

Tas eksklusif Q.One Consulting.

Tools Job Simulation

Aplikatif dan telah teruji di berbagai training.

Belajar Langsung

Coach dan penulis buku berpengalaman

13+ tahunpraktisi HR di perusahaan PMA Jepang
FounderQ.One Consulting, sejak November 2010
Dr. Slamet Ardyanto, ST., SE., MM.

Dr. Slamet Ardyanto, ST., SE., MM.

Organization and People Development Expert

Dr. Slamet Ardyanto adalah trainer profesional di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dengan pengalaman dan keahlian yang luas sebagai praktisi sekaligus konsultan. Beliau juga seorang Organization Development and People Development expert yang membantu perusahaan mengembangkan organisasi melalui teknik kepemimpinan yang efektif dan berpengaruh, yang juga dituangkan dalam buku karyanya, "High Impact Leadership".

Pengalaman langsung lebih dari 13 tahun di perusahaan penanaman modal asing (PMA) Jepang ternama di Indonesia, seperti Sanyo Compressor Indonesia (EJIP), Yamaha Motor Group (MM2100), dan Unicharm Indonesia (KIIC), membentuk pemahaman mendalam tentang praktik MSDM di lingkungan industri berkinerja tinggi.

Beliau adalah pendiri Q.One Consulting, penyedia layanan training dan konsultasi berfokus MSDM yang berdiri sejak November 2010, dan saat ini menjabat sebagai Direktur LSP MSDM Prima Indonesia, lembaga sertifikasi profesi untuk kompetensi bidang SDM.

Baca selengkapnya
Permintaan Penawaran

Siap membenahi job description perusahaan Anda?

Isi form permintaan penawaran untuk menjadwalkan In-House Training Job Analysis with Cascading Method di perusahaan Anda. Materi dan durasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

2 hari workshop 9 langkah cascading Simulasi jabatan aktual

Q.One Consulting · Training & HR Consulting sejak 2010 · 55+ perusahaan klien

Scan untuk mengisi form

atau tanya dulu tim kami
Chat via WhatsAppTanya jadwal, harga, atau jumlah peserta