Shopfloor Leadership in Manufacturing Industry
Line leader di industri manufaktur memiliki peran yang sangat penting untuk menghasilkan tim kerja yang produktif, sehingga mampu mencapai traget hasil produksi berdasarkan kualitas dan kuantitas yang ditetapkan. Organisasi biasanya menyusun tiga level jabatan, yaitu level jabatan strategic, tactical, dan operation, line leader masuk kepada kategori level jabatan operation, sehingga posisi ini menuntut seseorang harus memimpin langsung para operator produksi.
Umumnya line leader di promosikan dari internal tim, berdasarkan pengalaman kerja dan keseniorannya, terkadang harus memimpin tim yang sebelumnya menjadi rekan kerjanya. Tantangannya adalah banyak para line leader yang mengalami kesulitan, berdasarkan analisa Q.One Consulting ini terjadi karena :
- Promosi jabatan dari operator menjadi line leader dasarnya lebih fokus pada pengalaman dan kesenioran, atau kompetensi teknis, padahal seharusnya lebih menekankan pada managerial kompetensi.
- Saat menduduki jabatan tidak dibekali dengan kompetensi (pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja) yang harus dimiliki oleh seorang line leader.
- Terdapat kendala komunikasi ataupun keberanian ketika harus memimipin tim yang secara usia lebih senior atau masa kerja lebih lama, yang diakibatkan karena kompetensi line leader tersebut.
- Belum memiliki goal yang jelas atas kepemimpinannya, sehingga terkadang telah menduduki jabatan sebagai line leader, namun cara kerjanya masih seperti layaknya operator.
Berdasarkan analisa tersebut, Q.One Consulting menawarkan program training leadership untuk level jabatan line leader, subleader, foreman, untuk industri manufaktur dengan judul “Shopfloor Leadership in Manufacturing Industries”
Chapter I : Human error overview
- Memahami Human Error pada proses
- Analisa faktor-faktor penyebab human error
Chapter II: Growth Mindset
- Memahami pentingnya sebuah suatu perubahan, (dipaksa, terpaksa, terbiasa, budaya)
- Analisis SWOT, berkenaan dengan kompetensi pada posisinya
- Sikap Mental Positif
Chapter III: Managing team
- Memahami personality dan gaya sosial team
- Effective communication : Mampu berbicara didepan team secara sistematis dan berpengaruh
- Feedback Constructive : Mengetahui dan mampu melakukan umpan balik yang positif atas hasil kerja atau penyimpangan kerja yang dilakukan oleh team
- Counseling : Mampu melakukan counseling dengan tahapan yang tepat, sehingga team menyadari perilakunya salah dan berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
- Simulasi Counseling
Chapter IV: Managing task
- Effective Meeting : Mampu memimpin meeting dengan team secara efektif
- Simulasi komunikasi memimpin meeting secara efektif
Action Plan
- Mampu Menyusun dan mengontrol aktivitas dengan perencanaan dan control yang efektif
- Simulasi membuat Action Plan, untuk improvement dalam rangka mengurangi human error
Chapter V Effective Mentoring : Mampu melakukan mentoring cara kerja kepada team yang efektif
Motivational Leadership
- Memahami konsep motivational leadership, sehingga tercipta tim dengan kondisi kompetensi tinggi dan komitmen yang tinggi secara berkelanjutan
Lanjutan Motivational Leadership
- Mampu menerapkan motivational Leadership
- Line Leader
- Sub Leader
- Foreman
- Kandidat Line Leader/Sub Leader/Foreman
- Sertifikat kepesertaan dari Q.One Consulting
- Soft file materi dan simulasi
- Polo Shirt Q.One Consulting
- Goodie Bag
Praktisi dan Akademisi di bidang manajemen SDM dan telah tersertifikasi trainer dari BNSP.
